Testimoni PT Galuh Cempaka

HASIL UJI COBA PENGGUNAAN “ SPARK “ DIESEL

DI  PROYEK PENAMBANGAN INTAN

PT. GALUH CEMPAKA

 BANJARBARU  KALIMANTAN SELATAN

I.             PENDAHULUAN

 Pada bulan Februari 2007. telah diterima cairan additive sebanyak 40 Botol dengan masing – masing botol berisi 1000 Cc Spark Diesel ( 40 Liter ) dan 20 Botol kecil masing-masing berisi 200 dan 100 Cc Spark Engine ( 2 titer ), dari PT. Hyprowira Adhitama. Di Banjarbaru Kalimantan Selatan, untuk dilakukan uji coba.

Dalam uji coba  “ Spark Diesel “ ini sesuai dengan petunjuk aturan pemakaian,  saya pergunakan untuk campuran bahan bakar solar di Proyek Penambangan Intan PT. Galuh Cempaka di Kalimantan Selatan,  dengan harapan  dari uji coba ini dapat diketahui secara mendalam apa dan bagaimana product Spark ini di pergunakan, serta manfaat apa yang dapat di peroleh serta ahkirnya  dapat di ketahui kemungkinan – kemungkinan apabila di distribusikan di Wilayah Kalimantan Selatam.

Adapun parameter yang di pergunakan dalam uji coba ini adalah dengan membandingkan antara pengoperasian Alat berat ,  Kendaraan sebelum / tanpa  pemakaian Spark  dengan pengoperasian alat berat , kendaran menggunakan campuran Spark  dengan mengamati / menganalisa manfaat yang diperoleh khususnya mengenai :

  • Konsumsi pemakaian bahan bakar Solar
  • Start awal mesin
  • Kebisingan / suara mesin.
  • Power / Tenaga yang di hasilkan.
  • Temperatur mesin
  • Pemakaian / konsumsi Filter solar.
  • Gas buang.

Peralatan yang dipergunakan atau sebagai sarana uji coba berupa alat – alat berat milik sub Kontraktor dari PT. Galuh Cempaka yaitu berupa   :

  • 1 Unit Light Vehicle Daihatzu  Rocky 2765 CC.
  • 1 Unit Dump Truck Tronton capasitas 20 Ton,
  • 1 Unit  Escavator Type PC 200.

Uji coba yang di lakukan di kegiatan penambangn ini terdapat banyak kendala dan hambatan – hambatannya. Meskipun demikian  uji coba ini dapat selesai dengan baik sesuai dengan yang di harapkan.

 

II.          KENDALA DAN HAMBATAN 

Waktu uji coba di lakukan pada Bulan Februari – April 2007 dimana curah hujan di Lokasi Proyek  PT. Galuh Cempaka cukup tinggi sehingga mempengaruhi kerja alat – alat berat yang dioperasikan.  Selain kendala alam cuaca beberapa kendala dan hambatan  yang timbul dalam uji coba ini adalah :

  • Alat-alat berat yang dipergunakan kepunyaan Sub kontraktor sehingga sering terjadi hambatan dalam memonitor dan mengintruksikan langsung di lapangan.
  • Sumberdaya manusia dalam hal ini Operator dan Supervisor yang kadang kadang kurang disiplin dan lupa memberi campuran sehingga uji coba di ulangi lagi.
  • Product Spark atau suplement bahan bakar solar yang relative masih baru sehingga masing – masing manager dari kontraktor belum merasa yakin akan product yang di uji cobakan sehingga perlu penekanan atau memberikan pengertian yang terus menerus.
  • Uji coba dapat berjalan setelah mendapat persetujuan dari masing – masing pemilik alat atau setelah sekian lama di sosialisasikan kepada kontraktor.
  • Peralatan yang dipergunakan harus dipilih karena beberapa alat tidak memenuhi standart indicator yaitu : Tidak ada speed pencatat jarak tempuh atau  tidak jalan atau sengaja tidak di fungsikan, demikian juga Hours Meter pada escavator. Sehingga diperlukan metode pencatatan dengan manual.
  • Rasa memiliki perusahaan para karyawan kontraktor sangat rendah sehingga buat mereka sendiri tidak memberikan manfaat bahkan merasa terbebani dengan program uji coba ini.
  • Sistem Kerja 24 Jam dengan pergantian Sift setiap 8 jam, menyulitkan dalam  memonitor penambahan BBM solar dan pengisian campuran “ Spark “.

Meskipun bahyak hambatan dan kendala yang timbul dilapangan tetapi uji coba ini dapat di lakukan dan dapat dipertanggung jawabkan secara teknis pelaksanaan di lapangan sehingga di harapkan hasil yang di peroleh dapat memberikan gambaran yang sewajarnya dan obyektif.

Hambatan dan kendala dilapangan tersebut dapat di carikan solusinya sehingga tujuan atau sasaran yang akan diperoleh dalam uji coba ini dapat seoptimal mungkin  dapat terangkum dengan baik

 

III.          METODE / CARA  UJI COBA.

Berikut diuraikan cara / metode pengukuran Uji coba yang akan di lakukan dilapangan dengan beberapa bagian yang akan di jadikan obyek uji coba, Pemilihan obyek uji didasarkan bahwa Spark terkait erat dengan bahan bakar dan proses pembakaran di mesin adapun obyek – obyek tersebut adalah :

1.             Konsumsi Solar :

  • Sebelum memakai / menambahkan Spark :

Mengukur  Berapa Liter per Km jarak tempuh  sebelum memakai “ Spark “  secara matematis  dengan mencatat Km saat pengisian BBM secara penuh ( Sampai tangki tumpah ) sampai pengisian Kembali BBM, sehingga dapat di ketahui berapa jarak tempuh ( Km ) dan berapa banyak bahan bakar yang diisikan dalam Tangki akhirnya berapa Km / Liter BBM dapat di ketahui.

  • Dengan menambah atau memakai  “ Spark “

Dengan perbandingan 1 : 200 atau satu liter Spark dengan 200 Liter Solar :  Caranya sama dengan tersebut diatas yaitu akhirnya dapat di ketahui berapa jarak tempuh dan konsumsi solar yang di pakai. Akhirnya dapat diketahui pula Jarak Km per Liter Solar.

  • Dengan membandingkan Konsumsi solar

Dengan membandingkan sebelum dan sesudah memakai Spark akhirnya dapat diketahui berapa tingkat penghematan bahan bakar solar yang di peroleh yaitu :  Km/ Liter  dengan memakai ‘ Spark “ ( A ) dikurangi Km / Liter tanpa memakai Spark ( B )  dibagi dengan Km / Liter tanpa  memakai spark dikalikan  100 %. =  C %.

Atau :     ( A  – B )  x 100 %  =  C  %

B

2.            Start Awal Mesin

  • Yang di maksud disini adalah tingkat kelancaran saat mesin  di stater yaitu mudah langsung mesin on atau sulit untuk start on.
  • Metode pengukuran ini sangat relative karena tidak dapat di ukur secara matematis dan hanya dengan membandingkan reaksi mesin saat di starter, antara Alat / kendaraan yang tidak dengan / tanpa ‘ Spark “ dengan  saat menggunakan Spark.
  • Kriteria yang dipakai adalah : Mudah di stater – Biasa / Tidak ada perubahan – atau Sulit di Stater ( perlu beberapa kali di start ).

3.            Kebisingan

  • Tingkat kebisingan adalah seberapa kasar suara mesin saat hidup / Jalan yang di ukur secara mendengarkan langsung dengan telinga dan getaran mesin dengan tangan.
  • Kebisingan mesin ini di monitor saat sebelum pemakaian “ Spark “ dan sesudah pemakaian Spark.
  • Hasilnya sangat relative karena hanya mengandalkan perasaan dan telinga untuk mendengar. Tetapi dengan memperhatikan pendapat beberapa orang secara garis besarnya dapat di simpulkan hasilnya.

4.            Power

  • Power atau tenaga sebelum dan sesudah / memakai “ Spark “ juga sangat perlu di ketahui yaitu dengan memperhatikan Tarikan mesin saat melaju di jalan yaitu merasa lebih ringan atau lambat.
  • Power juga di bandingkan saat tidak memakai Spark dan saat memakai Spark.
  • Power atau tenaga yang di hasilkan ini dapat pula di proyeksikan dengan hasil produksi yang di peroleh yaitu ada peningkatan saat memakai bahan Spark atau tidak.
  • Mengingat terbatasnya bahan Spark maka saat uji coba juga sangat terbatas dengan unit yang terbatas pula, sehingga hasil akhir produksi sangat relative dan belum dapat di korelasikan dengan peningkatan power .
  • Dengan menggunakan perasaan saat mengendarai Kendaraan uji dapat  dipergunakan untuk  menyimpulkan power secara  umum yaitu lebih ringan – biasa tidak ada penambahan atau justru lebih lamban dan tidak bertenaga..

5.            Temperatur Mesin.

  • Temperatur mesin dapat di ketahui dengan melihat pada Signal panel Indikator yang terletak di depan Setir.
  • Temperatur mesin juga di bandingkan saat tanpa “ Spark “ dengan saat menggunakan Spark.
  • Kriterianya adalah : Temperatur  Dingin – Sedang / biasa atau – Lebih tinggi dengan melihat posisi Jarum Panel pada indicator temperature ( Low – High ).

6.            Konsumsi Filter.

  • Mengingat saat yang relative singkat saat uji coba, maka konsumsi  / penggantian filter solar kurang dapat termonitor.
  • Indikasi yang di pergunakan adalah dengan melihat dan melepas filter saat uji coba dan membandingkannya saat pemakaian “ Spark “ dan saat tanpa pemakaian Spark.
  • Sementara untuk menyimpulkan adalah dengan istilah cepat kotor dan tidak cepat kotor , yang dapat di proyeksikan dengan tingkat konsumsi penggantian filter.

7.            Gas Buang

  • Untuk uji emisi gas buang menggunakan jasa yang di kelola oleh Dinas Perhubungan Kota Banjarbaru.
  • Mengingat tidak mungkin mengendarai Escavator dan Tronton di bawa ke Tempat Uji Emisi di Kota Banjarbaru, maka untuk uji emisi secara tennis analisia dengan alat ukur hanya di lakukan dengan Mobil Kecil Saihatzu Rocky.
  • Sedangkan untuk Dump Truck dan Excavator indikasi yang dipergunakan adalah dengan pengamatan fisik dari Asap yang keluar melalui cerobong / Knalpot, dengan criteria Asap Hitam pekat – Biasa / tidak ada perubahan – Asap bersih / tidak berasap.
  • Dari gas buang ini nantinya dapat disimpulkan atau dapat diketahui efek – efek yang timbul membahayakan atau tidak.

 

IV.          HASIL UJI COBA

 Uji coba dilakukan dengan menggunakan tiga buah obyek uji sehingga masing – masing obyek dapat saling di kaitkan  yang dapat berguna untuk menyimpulkan secara umum.

Adapun obyek sarana uji coba tersebut adalah : Sebuah Mobil Daihatzu Rocky , sebuah Tronton Dump Truck Merk Hino dan sebuah Excavator Cartepilar Type PC 200.

A.           Daihatzu Rocky (  4 x 4  ).

  • Perusahaan              : PT. Galuh Cempaka.
  • Unit                               : Light Vehicle Daihatzu Rocky 4 x 4.
  • Tahun Pembuatan : 1993
  • Model Mesin          : Diesel -  2765 CC – 4 cylinder.
  • No Unit mesin        :  956816
  • Kapasitas Solar     : 55 Liter.
  • Kilo Meter                : Awal  20.897 -
  • Hour Meter              : -
  • Tanggal Uji Coba  : 5 Februari sampai dengan 20 Februari 2007
  • Petugas                      : Suharno.

Hasil Yang Didapat :

 Konsumsi Solar            :

Rata – rata  sebelum / tanpa “ Spark “         =  9,1 Km / Liter

Rata – rata  dengan memakai “ Spark “      =  11,9 Km / Liter

—————————————————————— -

Selisih / Penghematan                                            =  2,8 Km / Liter

——————————————————————-

Tingkat Penghematan  = 2,8 : 9,1  x 100 % =  30 %.

——————————————————————-

Catatan :  Jalur / rute perjalanan relative datar , dengan sopir yang tidak tetap ( berganti – ganti orang ). Dan setelah Pemakaian “ Spark “ di hentikan konsumsi Minyak Solar rata – rata ber kisaran  ( 9,0 – 9,5 Km / Liter ).

 

  • Start Awal Mesin        :

Sebelum / Tanpa “ Spark “  à dengan pemanas  setelah lampu indicator mati ,  Lalu kunci di putar start ,  mesin langsung  hidup tanpa hambatan.

Dengan /  Pemakaian “ Spark “  pada Awal Pertama memakai Spark agak sulit di starter à Tetapi setelah pengisian Solar pada tahap kedua dan seterusnya  Start Engin biasa dan  Mesin mudah di hidupkan.

Diskusi  :  Ada kemungkinan Start Awal agak sulit di indikasikan / disebabkan  terjadi pembersihan / pelarutan kotoran tangki minyak yang ikut terlarutkan dan terbakar sehingga mesin sulit untuk di hidupkan.

 

  • Kebisingan  :

Sebelum pemakaian “ :  Spark “ Kebisingan sangat relative dan getaran mesin saat di jalan raya cukup tinggi. Khususnya saat masuk gigi satu dan dua.

Dengan / Pemakaian  “ Spark “  :  Pada awal pemakaian saat start kebisingan bertambah dan getaran mesin cukup tinggi, tetapi saat di jalan raya kebisingan dan getaran mesin  menjadi lebih halus, terlebih – lebih saat pengisian  tangki BBM tahap ke dua dan seterusnya.

Diskusi : Pada awal penggunaan mesin dan getaran cukup tinggi setelah itu menjadi lebih halus dan normal. Hal ini dapat di yakini bahwa saat awal terjadi pelarutan dari kotoran tangki berpengaruh ke getaran dan bunyi mesin, dan selanjutnya  setelah bersih dan normal mesin menjadi halus dan tidak bising.

 

  • Power :

Tenaga yang di hasilkan Dengan /  pemakaian “ Spark “  jauh sekali bedanya bila dibandingkan dengan saat sebelum / tanpa menggunakan spark. Hal ini di indikasikan saat mengendarai sendiri di Jalan Raya dengan memakai gigi tiga terasa ringan  seperti gigi empat saat tanpa / sebelum memakai spark.

Diskusi :  Memang sangat terasa penggunaan  “ Spark “ terhadap penambahan tenaga atau Power. Hal ini di mungkinkan kerja cairan Spark betul – betul terbukti manfaatnya.

 

  • Temperatur Mesin :

Temperatur mesin saat sebelum / tanpa “ Spark “  sangat relative dan tidak bias dibedakan dengan / pemakaian spark. Karena hasil pengamatan  jarum indicator temperature hampir sama atau tidak ada perubahan.

Diskusi  :  Jarak dan ruang gerak pemakaian mobil rocky ini tidak banyak dan sering berhenti, sehingga pengamatan terhadap temperature mesin tidak maksimal. ( jarum  cepat bergerak turun sebelum mesin panas ).

 

  • Konsumsi Filter :

Pada saat mengganti secara rutin filter solar di dapatkan informasi dari Mekanik bengkel bahwa Filter masih bersih, sehingga disarankan untuk tidak diganti atau di tunda.

 Diskusi :  Bersihnya filter saat akan diganti mengindikasuikan bahwa pengaruh “ Spark “ terhadap filter sangat besar. Hal ini dimungkinkan kerja spark sebagai zat pelarut dan pengurai kotoran dalam minyak solar sangat efektif sehingga filter tetap bersi.

 

  • Gas Buang  :

Dari hasil Uji Emisi Gas Buang yang di lakukan di Dinas Perhubungan Kota Banjarbaru – Kalimantan Selatan di dapatkan hasil Bawa : Sebelum / Tanpa pemakaian Spark baik dalam keadaan stationer ( Diam ) maupun Dalam kecepatan tinggi Kandungan Asap , HC dan Co , relative lebih rendah apabila dibandingkan dengan saat Pemakaian / sengan Spark atau terjadi peningkatan  yang cukup significant yaitu :

———————————————————————————————-

Sebelum / Tanpa Spark                                            Dengan / Memakai Spark .

5/02/2007                                                               22/02/2007

———————————————————————————————-

Keadaan Diam ( Stationer )                                  Keadaan Diam ( Stationer )

Asap = 2,2 %                                                                     Asap = 3,7 %

HC   = 10 PPM                                                 HC   = 1716 PPM

CO   = 0,02 %                                                                    CO   = 0,97 %

Kecepatan Tinggi                                                        Kecepatan Tinggi

Asap  = 4,0 %                                                                   Asap   = 5,8 %

HC    = 10 PPM                                                               HC    = 1716 PPM

CO   = 0,03 %                                                                   CO     =  0,97 %.

———————————————————————————————-

AMBANG BATAS ASAP 50 %.

———————————————————————————————-

Catatan: Konsentrasi gas buang yang meningkat disebabkan mesin dalam kondisi pembersihan sehingga kotoran – kotoran yang ada dalam system keluar semua, jika pembersihan sudah selesai maka akan diperoleh konsentrasi gas buang yang lebih rendah. Hal ini biasa terjadi terutama pada mesin –mesin yang sudah lama beroperasi (jam kerja lebih lama)

Diskusi  :  Dengan kondisi hasil seperti tersebut diatas,  menurut petugas Uji Emisi kondisi hasil uji coba tersebut masih layak dan tidak melanggar ketentuan yang berlaku. Peningkatan unsur – unsur setelah pemakaian 15 hari mengindikasikan proses / penguraian dalam pemakaian spark  bekerja dengan efektif. Uji emisi selanjutnya sangat di perlukan untuk memonitor pengaruh yang timbul lebih lanjut.

B.           Dump Truck Tronton. ( Satu Unit )

  • Perusahaan                     :  PT. STJ
  • Unit                                      :  Sebuah Dump Truck Tronton.
  • Merk                                    :  Hino.
  • Tahun Pembuatan      :  2005
  • Model Mesin                  :  Tronton Hino FM 260.
  • No. Unit                            :  BJU – 05.
  • Sopir                                    :  Suleman, Adi dan Mansur.
  • Kapasitas Tanki            :  200 Liter.
  • Kilo Meter                        :  Tidak aktif. (  20 Jam kerja setiap hari ).
  • Hours Meter                   :  -
  • Tanggal                              : 15  Februari  sampai  dengan 15 Maret , 2007.
  • Petugas                             :  Yoyok

Hasil yang Didapat.

  • Konsumsi Solar             :  Sebelum / Tanpa menggunakan “ Spark “ dengan  system Kerja Shift  à Jam 07.00 – 15.00 ,  Jam 15.00 – 23.00 dan Jam 23.00 – 07.00 dimana istirahat selama 2 kali yaitu  ( 17.00 – 19.00 ) dan Jam  ( 05.00 – 07.00 ) Konsumsi  BBM per hari rata – rata  = 200 Liter ( satu drum ) perhari. Sedangkan Dengan / Memakai Spark dengan total Kerja 15 Hari menghabiskan bahan bakar sebanyak 11 Drum dengan hasil produksi relatif sama. Dengan demikian  tingkat penghematan sebesar  ( 15 – 11 ) : 15 x 100 % =  26 %.

Catatan :  Unit Dump truck yang tidak diberi campuran Spark konsumsi BBM rata – rata dalam waktu yang sama 15 hari menghabiskan 14 – 16 Drum solar.

  • Start Awal Mesin        : Menurut info dari para driver baik di Sift 1 , 2 atau 3 mereka tidak bisa membedakan perbedaan saat menggunakan campuran Spark atau tidak menggunakan spark. Karena secara stater awal tidak terjadi perbedaan.

Diskusi                :  Dengan 3 operator / driver sangat berbeda karakternya dan kepekaannya, sehingga relative sekali dalam memberi tanggapan start awal mesin.

 

  • Kebisingan       : Tingkat kebisingan mesin di tanggapi dengan suara yang relative sama yaitu suara kebisingan mesin saat menggunakan / dengan “ Spark “ relative lebih bersih bila dibandingkan dengan  tanpa atau sebelum menggunakan Spark.

Diskusi                :  Pada dasarnya suara bising mobil besar model Tronton relative kasar dan bising sehingga apabila terjadi perubahan kebisingan akan sangat terasa oleh para Driver.

 

  • Power                 : Terjadi perubahan power yang cukup significant  saat mempergunakan / dengan “ Spark “  bila dibandingkan dengan tanpa / sebelum menggunakan Spark. Itulah yang dirasakan para Driver saat ditanya pendapatnya. Hal ini memang sangat dirasakan saat muatan penuh dengan jalan di Ramp tambang yang sedikit menanjak dan jalan sangat jelek tenaga cukup kuat dan terasa ringan.

Diskusi                :  Penambahan power ini belum dirasakan pada peningkatan hasil produksi ( volume tanah yang dipindahkan ) karena selain power masih ada factor lain yaitu Cycle Time – mulai dari Loading – Hauling – Dumping yang sering kali masih banyak waktu yang terbuang.

 

  • Temperatur Mesin      :  Sangat relative sekali mengenai kondisi perubahan temperature saat sebelum / tanpa menggunakan “ Spark “  dengan kondisi Setelah / dengan menggunakan Spark dan pendapat para Driverpun beragam ada yang bilang tidak ada perubahan dan terjadi perubahan.

Diskusi                :  Kondisi tempat kerja yang sangat terbatas luas daerahnya dan kondisi terik panas matahari di siang hari dan dingin di malam hari mempengaruhi kondisi  panas mesin dan mempersulit penilaian panas mesin yang sedang dijalankan.

 

  • Konsumsi Filter            : Karena sangat terbatasnya waktu uji coba dan penggantian filter dilakukan bila filter  sudah tidak baik lagi , maka filter belum dapat ditentukan tingkat konsumsinya di saat setelah menggunakan Spark. Tetapi dari hasil Pengecekan Filter oleh mekanik diperoleh informasi bahwa Filter yang di beri / menggunakan campuran “ Spark “ relative lebih bersih daripada Unit Dump Truck yang tidak diberi campuran Spark.

Diskusi                :  Dengan dibuktikannya Dump Truck yang menggunakan  campuran Spark filternya relative lebih bersih mengindikasikan bahwa terdapat  penghematan dalam mengkonsumsi filter dalam penggunaan “ Spark “. Meskipun belum dapat diketahui berapa besaran nilainya dari harga filter yang dipergunakannya.

 

  • Gas Buang       :  Karena tidak dilakukan pengujian Emisi secara khusus maka pengamatan tingkat pembuangan Gas diamati dengan memperhatikan Asap yang keluar dari Knalpot dimana pada saat awal pemakaian Spark hari – hari pertama dan kedua asap mengepul cukup tebal ( Berasap ) yang lama kelamaan menjadi sedikit dan lebih bersih dari  keadaan sebelumnya.

Diskusi                :  Keluarnya asap tebal saat – saat awal penggunaan Spark menandakan terjadinya proses pembersihan pada system pembakaran , sehingga pembuangan kotoran yang berupa asap lebih meningkat.


C.            Excavator

  • Merk                                    :  Carterpilar
  • Tahun Pembuatan      :  2004.
  • Model Engine                                :  Cat – 320.
  • No Unit                              :
  • Operator / Driver         :  Sutrisno , Budi , Sarno
  • Kapasitas  Tanki           :  400 Liter.
  • Kilo Meter                        :  -
  • Hour Meter                     :  Tidak Aktif ( menggunakan Jam Kerja )
  • Tanggal                              :  Selama bulan Maret 2007.
  • Petugas / Supervisor :  Sutrisno.

Hasil Yang Didapat :

  • Konsumsi Bahan Bakar           :  Biasanya tanpa penggunaan “ Spark “ dengan kerja 20 Jam per hari menghabiskan rata – rata 2 Drum atau 400 Liter per hari. Saat setelah menggunakan “ Spark “  Tidak sampai habis dua drum per hari, selama percobaan dengan total kerja 20 Hari konsumsi bahan bakar rata – rata dapat menghemat sampai  setengah drum (  100 liter )  atau 20 – 25 %  per harinya.

Diskusi                :  Sama dengan penggunaan pada Tronton dan Daihatzu Rocky dapat menghemat pemakaian BBM sebesar 20 – 25 %.


  • Start Awal Mesin        :  Tidak dapat dibedakan antara Pemakaian Spark dengan tidak memakai spark. Dari pengakuan para Operator yang menjalankannya.

Diskusi                :  Kurang berpengaruh terhadap Starter.  Gangguan starter biasanya pada Baterainya. Asal Baterainya kuat hasil starter akan lancar.


  • Tingkat Kebisingan    : Dari pernyataan para operator sulit terdeteksi,  dan sama bisingnya  saat menggunakan Spark dan Tanpa menggunakan Spark.

Diskusi                :  Sangat relative  karena pada dasarnya suara excavator identik dengan bising, sehingga operator sulit membedakan.


  • Power                 :  Power yang dihasilkan saat penggunaan Spark lebih baik dan ringan serta responsive bila dibandingkan saat sebelum atau menggunakan Spark. Hal ini di kemukakan semua Operator yang menjalankannya.

Diskusi                :  Terbukti penggunaan “ Spark “ menambah power dan lebih responsive


  • Temperatur Mesin      :  Tidak terjadi atau sulit diketahui terjadi perubahan temperature mesin atau tidak saat pemakaian Spark. Hal ini menurut pengakuan operator yang bertugas.

Diskusi                :  Kemungkinan Spark kurang berpengaruh terhadap penurunan temperature mesin.


  • Konsumsi Filter            : Menurut pengakuan mekanik yang bertugas memelihara mesin,  dapat di ketahui bahwa filter pada alat berat yang menggunakan “ Spark “ relative lebih bersih dari pada yang tidak meggunakan Spark.

Diskusi                :  Filter pada pemakaian Spark relative bersih berarti ada nilai penghematan dalam mengganti / mengkonsumsi Filter.


  • Gas Buang       :  Pada awal pemakaian Spark asap yang keluar dari cerobong  lebih pekat daripada sebelum menggunakan Spark. Terlebih saat penambahan Gas atau putaran mesin di naikkan. Tetapi selanjutnya makin lama makin  berkurang dan relative sedikit berasap.

Diskusi                :  Pemakaian Spark sangat mempengaruhi proses pembakaran yang menghasilkan / sisa Gas buang yang pekat pada awal pemakaian karena proses pembersihan kotoran Tangki. Tetapi setelah tanki bersih pembakaran menjadi lebih baik .

 

V.            KESIMPULAN

 Kesimpulan  yang dapat diperoleh dalam Ujicoba ini adalah :

  1. Zat Additive “ Spark “  apabila di pergunakan sebagai campuran Minyak Solar dapat memberikan nilai tambah yaitu dapat menghemat  konsumsi / pemakaian bahan bakar antara 20 – 30 %.
  2. Start Awal Mesin tidak / kurang berpengaruh saat menggunakan “Spark“ atau  tidak timbul dampak negatifnya.
  3. Kebisingan Mesin kurang dapat di deteksi tetapi dapat di pastikan apabila dalam pemakaian yang lama suara mesin berangsur halus seiring dengan proses bersihnya tangki minyak dari kotoran yang ikut terbakar.
  4. Dari tiga jenis Kendaraan / alat yang dipergunakan semuanya  dapat disimpulkan pemakaian “ Spark “ dapat menambah Power atau meningkatkan tenaga mesin menjadi lebih ringan dan lebih kuat.
  5. Temperatur Mesin tidak dapat di deteksi karena jarum indicator pada panel Temperatur kurang jelas terjadi perubahan, serta sangat terpengaruh dengan cuaca panas matahari di Siang hari yang sangat panas dan Malam hari yang cukup dingin.
  6. Konsumsi Filter.  Meskipun belum dapat di ketahui tingkat efisiensinya tetapi dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan “ Spark “ dapat menghemat pemakaian filter bahan bakar. Hal ini dapat dibuktikan bahwa filter  pengguna spark lebih bersih bila dibandingkan dengan tidak memakai spark.
  7. Gas Buang. dari hasil Uji emisi pada Daihatzu Rocky tidak terdapat hal – hal yang membahayakan dan masih di bawah ambang batas yang diperbolehkan yaitu kadar Asap dibawab 50 %.
  8. Dengan hasil uji coba seperti tersebut diatas maka dapat di yakini bahwa dalam pemakaian rutin dan berkelanjutan maka selain memberikan nilai tambah berupa penghematan pemakaian bahan bakar dan filter juga akan meningkatkan produksi berupa peningkatan Volume tanah yang dipindahkan dalam proses penambangan.

About roemahorganizer

Organizer everything..

Posted on 2 Juni 2012, in spark and tagged , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: